Friday, 14 June 2013

Ketika Mama dan Kami Tidak Lagi Sejalan



Aku sangat menyayangi keluarga, terutama Mama. Iya Mama telah memperjuangkan hidupnya demi anak-anaknya, ia rela mempertaruhkan jiwa dan raga nya demi buahhatinya yang ia kandung selama 9bulan. Besar memang perjuangan seorang Mama. Tetapi belum tentu semua anak menghargai perjuangan Mamanya.

Aku sangat dekat dengan Mama, sering berbagi cerita dengan Mama. Apa yang Mama rasakan aku selalu tau, dan apa yang ku rasakan Mama selalu tau. Mungkin ini lah yang namanya ikatan batin antara seorang anak dan Ibunya.

Aku terlahir dari rahim seorang bidadari cantik yang rela berjuang antara mati dan hidup untuk seorang bayi tanpa dosa didalam rahimnya. Sangat berat ku bayangkan perjuangannya, ingin ku meneteskan airmata didepannya dan berkata “Ma, terimakasih atas semua perjuangan yang telah engkau berikan selama ini. Tanpamu aku bukan apa-apa. Aku taktau cara berterimakasih kepadamu. Tapi akan ku banggakan engkau dengan seluruh usaha ku hingga titik darah penghabisan J

Aku dan kedua adikku sangat bangga mempunyai seorang bidadari cantik yang sangat tangguh, ia satu-satunya wanita yang mengajari ku artinya hidup dan perjuangan.

Memang aku dan Adik-adik sering kali membuat Mama kesal dengan tingkah kami, terkadang aku menyesal telah sering membuat Mama kesal dengan semua tingkah ku dan Adik-adikku.  Tetapi kami hanya la anakkecil yang belum terlalu dewasa.

Suatu waktu Adikku berulah dengan tingkahnya yang menurutku memuakkan, dia merengek ke Mama supaya dimasakan makanan lain selain menu yang Mama masak. Dia terus saja merengek didepan Mama sampai kemauannya dituruti. Mungkin Mama terlalu lelah seharian bekerja sehingga ia menjadi emosi. 

Dengan kalap nya Mama marah kepada adikku itu, aku yang saat itu sedang duduk dikursitamu menjadi ketakutan, takut kalau-kalau aku juga ikut dimarahi. Aku memang jarang sekali mau makan, terkadang perut ku terasa sudah kenyang walaupun belum diisi sama sekali. Sering kali Mama menyuruhku makan, tetapi bodoh nya aku malah menolak ajakan Mama itu. Mama sering marah kepadaku karena aku jarang sekali makan. Dan diwaktu itu benar dugaan ku, aku jadi salah satu sasaran kemarahan Mama.

Mama sampai berkata “Jangan kalian cari Mama lagi, Mama capek tiap hari bangun jam2 pagi demi masak semua ini tetapi kalian tidak pernah menghargai masakkan Mama. Mama capek sungguh capek. Jangan harap besok-besok kalian dapat uangsaku tambahan, Mama juga gakakan mau masak lagi biar kalian tau rasanya gakmakan itu seperti apa! Susah payah orang kurang mampu mencari makan, kalian disuruh tinggal makan aja banyak kali tingkahnya. Mulai sekarang cari makanan kalian masing-masing. Kamu juga kak, Mama gakpeduli kamu mau makan atau enggak. Mama capek!”

Aku tau mungkin Mama hanya terbawa emosi, tetapi aku merasa sedih saat Mama berkata itu. Sedih karena merasa telah menyianyiakan Mama. Aku gak menyalahkan adikku karena tingkah dia itu Mama jadi marah, sebab Papa pernah berkata,  Jangan saling menyalahkan satu sama lain, kamu sudah dewasa kak. Jangan sembrono. Kamu panutan adik-adikmu

Gak terbayang dibenakku, mulai esok dirumah ini gakakan ada lagi masakan Mama. Aku pasti bakalan kangen banget sama masakan Mama itu. Ditambah lagi uangsaku malah dikurangi padahal disekolah aku lagi butuh banget uang, karena banyak tugas ini itu yang masih menumpuk 

Waktu itu kami lalui dengan keadaan senyap. Baik Aku, Adik-adikku, Papa, dan Mama tidak saling menyapa. Dirumah ini terjadi vacuum of voice!

Terasa sepi memang. Rindu omelan Mama yang selalu nyuruh Aku untuk makan dan sholat. Tapi kini Mama hanya diam kepada kami semua, setiap ku coba menyapa Mama, Mama selalu diam. Sedih rasa hati ini. Aku sangaaat menyayangi Mama. Ngebayangi Mama pergi dari hidupku serasa dunia ini mau kiamat. Jujur Aku gakbisa jauh dari Mama, kalau boleh milih antara kehilangan Mama dengan kehilangan  uang bertriliun-triliun. Aku lebih memilih untuk jatuh miskin karena kehilangan uang bertriliun-triliun dari pada aku harus kehilangan Mama untuk selama-selamanya, Aku gakmau itu terjadi. Aku sangat mencintai Mama melebihi apapun didunia ini !

Dan Aku akan terus berusaha memperbaiki semua kesalahan ku dimata Mama. Aku janji gakakan bandel lagi dan selalu menuruti perintah Mama, dan Aku berjanji untuk mulai membiasakan teratur makan. Semua ini demi Mama. I Love You, Mom :’)

-TAMAT-

Nb : Hanya karangan semata

No comments:

Post a Comment