Aku
sangat menyayangi keluarga, terutama Mama. Iya Mama telah memperjuangkan
hidupnya demi anak-anaknya, ia rela mempertaruhkan jiwa dan raga nya demi
buahhatinya yang ia kandung selama 9bulan. Besar memang perjuangan seorang
Mama. Tetapi belum tentu semua anak menghargai perjuangan Mamanya.
Aku
sangat dekat dengan Mama, sering berbagi cerita dengan Mama. Apa yang Mama
rasakan aku selalu tau, dan apa yang ku rasakan Mama selalu tau. Mungkin ini
lah yang namanya ikatan batin antara seorang anak dan Ibunya.
Aku
terlahir dari rahim seorang bidadari cantik yang rela berjuang antara mati dan
hidup untuk seorang bayi tanpa dosa didalam rahimnya. Sangat berat ku bayangkan
perjuangannya, ingin ku meneteskan airmata didepannya dan berkata “Ma,
terimakasih atas semua perjuangan yang telah engkau berikan selama ini. Tanpamu
aku bukan apa-apa. Aku taktau cara berterimakasih kepadamu. Tapi akan ku
banggakan engkau dengan seluruh usaha ku hingga titik darah penghabisan J “
Aku
dan kedua adikku sangat bangga mempunyai seorang bidadari cantik yang sangat
tangguh, ia satu-satunya wanita yang mengajari ku artinya hidup dan perjuangan.
Memang
aku dan Adik-adik sering kali membuat Mama kesal dengan tingkah kami, terkadang
aku menyesal telah sering membuat Mama kesal dengan semua tingkah ku dan
Adik-adikku. Tetapi kami hanya la
anakkecil yang belum terlalu dewasa.
Suatu
waktu Adikku berulah dengan tingkahnya yang menurutku memuakkan, dia merengek
ke Mama supaya dimasakan makanan lain selain menu yang Mama masak. Dia terus
saja merengek didepan Mama sampai kemauannya dituruti. Mungkin Mama terlalu lelah
seharian bekerja sehingga ia menjadi emosi.
Dengan kalap nya Mama marah kepada adikku itu, aku yang saat itu sedang duduk dikursitamu menjadi ketakutan, takut kalau-kalau aku juga ikut dimarahi. Aku memang jarang sekali mau makan, terkadang perut ku terasa sudah kenyang walaupun belum diisi sama sekali. Sering kali Mama menyuruhku makan, tetapi bodoh nya aku malah menolak ajakan Mama itu. Mama sering marah kepadaku karena aku jarang sekali makan. Dan diwaktu itu benar dugaan ku, aku jadi salah satu sasaran kemarahan Mama.
Dengan kalap nya Mama marah kepada adikku itu, aku yang saat itu sedang duduk dikursitamu menjadi ketakutan, takut kalau-kalau aku juga ikut dimarahi. Aku memang jarang sekali mau makan, terkadang perut ku terasa sudah kenyang walaupun belum diisi sama sekali. Sering kali Mama menyuruhku makan, tetapi bodoh nya aku malah menolak ajakan Mama itu. Mama sering marah kepadaku karena aku jarang sekali makan. Dan diwaktu itu benar dugaan ku, aku jadi salah satu sasaran kemarahan Mama.
Mama
sampai berkata “Jangan kalian cari Mama lagi, Mama capek tiap hari bangun jam2
pagi demi masak semua ini tetapi kalian tidak pernah menghargai masakkan Mama.
Mama capek sungguh capek. Jangan harap besok-besok kalian dapat uangsaku
tambahan, Mama juga gakakan mau masak lagi biar kalian tau rasanya gakmakan itu
seperti apa! Susah payah orang kurang mampu mencari makan, kalian disuruh
tinggal makan aja banyak kali tingkahnya. Mulai sekarang cari makanan kalian
masing-masing. Kamu juga kak, Mama gakpeduli kamu mau makan atau enggak. Mama
capek!”
Aku
tau mungkin Mama hanya terbawa emosi, tetapi aku merasa sedih saat Mama berkata
itu. Sedih karena merasa telah menyianyiakan Mama. Aku gak menyalahkan adikku
karena tingkah dia itu Mama jadi marah, sebab Papa pernah berkata, Jangan
saling menyalahkan satu sama lain, kamu sudah dewasa kak. Jangan sembrono. Kamu
panutan adik-adikmu
Gak
terbayang dibenakku, mulai esok dirumah ini gakakan ada lagi masakan Mama. Aku
pasti bakalan kangen banget sama masakan Mama itu. Ditambah lagi uangsaku malah
dikurangi padahal disekolah aku lagi butuh banget uang, karena banyak tugas ini
itu yang masih menumpuk
Waktu
itu kami lalui dengan keadaan senyap. Baik Aku, Adik-adikku, Papa, dan Mama
tidak saling menyapa. Dirumah ini terjadi vacuum of voice!
Terasa
sepi memang. Rindu omelan Mama yang selalu nyuruh Aku untuk makan dan sholat.
Tapi kini Mama hanya diam kepada kami semua, setiap ku coba menyapa Mama, Mama
selalu diam. Sedih rasa hati ini. Aku sangaaat menyayangi Mama. Ngebayangi Mama
pergi dari hidupku serasa dunia ini mau kiamat. Jujur Aku gakbisa jauh dari
Mama, kalau boleh milih antara kehilangan Mama dengan kehilangan uang bertriliun-triliun. Aku lebih memilih
untuk jatuh miskin karena kehilangan uang bertriliun-triliun dari pada aku
harus kehilangan Mama untuk selama-selamanya, Aku gakmau itu terjadi. Aku
sangat mencintai Mama melebihi apapun didunia ini !
Dan
Aku akan terus berusaha memperbaiki semua kesalahan ku dimata Mama. Aku janji
gakakan bandel lagi dan selalu menuruti perintah Mama, dan Aku berjanji untuk
mulai membiasakan teratur makan. Semua ini demi Mama. I Love You, Mom :’)
-TAMAT-
Nb
: Hanya karangan semata
No comments:
Post a Comment